Kesehatan

Mari Berkenalan Singkat Dengan Karsinoma Sel Skuamosa!

Tahukah, Anda, mengenai penyakit kanker kulit? Ada beberapa jenis kanker kulit, seperti melanoma, karsinoma sel basal, dan karsinoma sel skuamosa. Di antara ketiga jenis kanker kulit, yang akan dibahas adalah karsinoma sel skuamosa. Sudah tahu, belum? Menurut halaman Alodokter, pengertian karsinoma sel skuamosa atau disingkat menjadi KSS adalah kanker kulit yang menyerang bagian sel skuamosa. Skuamosa adalah sel yang membentuk lapisan tengah dan luar pada kulit. Jenis kanker itu perkembangannya cukup lambat, tapi bisa menyebar ke jaringan lain dan memicu terjadinya komplikasi yang serius.

Menurut sumber Hellosehat, penyakit ini akan terus bermunculan dan paling banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita. Setelah mengetahui sedikit tentang karsinoma sel skuamosa, berikut 3 faktor yang menjadi pemicu terjadinya karsinoma sel skuamosa. Berikut ulasannya.

  1. Jenis Kelamin.

Menurut sebuah penelitian, karsinoma sel skuamosa dua kali lipat dialami oleh pria daripada wanita. Hal ini terjadi karena banyaknya pria atau laki-laki yang bekerja di luar ruangan dan terkena paparan sinar matahari secara langsung.

  1. Usia.

Usia memang menjadi pemicu terjadinya berbagai macam penyakit termasuk karsinoma sel skuamosa. Biasanya orang yang berusia di atas 70 tahun atau disebut lansia akan mengalami karsinoma sel skuamosa.

  1. Geografis.

Geografis menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya karsinoma sel skuamosa. Masyarakat yang tinggal pada daerah khatulistiwa memiliki potensi yang tinggi untuk mengalami penyakit kanker kulit jenis ini. Hal ini terjadi karena sinar matahari lebih besar pada daerah yang berkhatulistiwa. 

Selain itu, faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan penyakit karsinoma sel skuamosa adalah penderita penyakit HIV/AIDS, infeksi HPV, dan penyakit Bowen. Orang yang memiliki rambut berwarna merah, pirang, dan kulit yang lebih cerah juga bisa menjadi faktor risiko penyebab kanker kulit ini.

Karsinoma sel skuamosa tidak berakibat fatal. Namun, tetap bisa menyebabkan komplikasi penyakit lain jika tidak ditangani dan dibiarkan begitu saja. Jika kanker ini sudah mencapai stadium akhir, harapan seseorang untuk hidup selama 5 tahun sekitar 25-45%. Ganas atau tidaknya sel kanker jenis ini tergantung pada lokasi area sel kanker, diameter, dan kedalamannya. 

Karsinoma sel skuamosa juga lebih berpotensi untuk kambuh kembali tergantung pada ukuran sel kanker. Apabila sel kanker yang bersifat lesi buruk maka pertumbuhannya bisa mencapai 25%, sedangkan untuk lesi yang baik pertumbuhannya hanya mencapai sekitar 10-23%. 

Ada beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati karsinoma sel skuamosa. Berikut penjabarannya!

  1. Melakukan kemoterapi topikal.
  2. Melakukan dermabrasi yang mana dilakukan dengan mengikis kulit kanker. Tujuannya untuk membuat jalan dan tumbuhnya lapisan baru.
  3. Pembedahan mohs di mana metode ini dilakukan dengan mengangkat tumor dari lapisan satu ke lapisan lainnya. Selain itu juga memeriksa apakah masih ada sel kanker yang tersisa.
  4. Eksisi tumor di mana dokter akan memotong kanker kulit dan sekitarnya.
  5. Melakukan pembedahan kelenjar getah bening.
  6. Membunuh sel kanker dengan cara membekukan sel kanker dengan cairan yang mengandung nitrogen. Metode ini disebut cryosurgery

Untuk tindak pencegahan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  1. Menghindari paparan sinar matahari tinggi secara berlebih pada pukul 10 sampai pukul 2 siang.
  2. Menggunakan pakaian yang tertutup dan terhindar dari sinar matahari.
  3. Melakukan pemeriksaan rutin bagi Anda yang sudah pernah mengalami kanker kulit.
  4. Menghindari penggunaan tanning beds.
  5. Menggunakan tabir surya ketika berada di luar ruangan setiap 60-80 menit.

Itulah penjelasan singkat mengenai pengertian, penyebab, faktor risiko, pengobatan dan cara pencegahan karsinoma sel skuamosa. Sudah paham? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *