Gaya Hidup

Motif Terbaik Batik Solo 2019

Awal sejarah dari batik Solo, yang biasa disebut sebagai kota batik, terkait sangat erat dengan pengaruh istana, yang dimulai pada saat masa kerajaan Pajang pada abad ke-4. Kerajaan yang satu ini merupakan kelanjutan dari Demak. Pada waktu itu, dinasti Demak memindahkan pemerintahannya dari Demak Bintoro ke Pajang, dan untuk pertama kalinya batik menduduki kota Solo di daerah Laweyan Surakarta. Tokoh sejarah seni batik di dunia yang tiba di kota Solo, bernama Kyai Ageng Henis. Dia memperkenalkan seni batik di desa Laweyan, yang pada saat itu memasuki kerajaan Pajang. Ki Ageng Henis adalah putra Ki Ageng Selo, yang juga merupakan keturunan Brawijaya v. Dia sendiri telah tinggal di Laweyan sejak 1546 Masehi. Penduduk lokal lebih sering menyebut Ki Ageng Henis sebagai agen Ki Laweyan karena layanan seni batiknya.

  1. Motif Batik Sidomukti
    Motif sidomukti ini sering dipakai oleh pengantin di pesta pernikahan. makna kata sido memiliki makna yang kontinu atau kontinu, dan kata mukti berarti cukup. Jika berdasarkan makna kata tersebut, kata sidomukti adalah representasi harapan bagi semua orang yang memakainya, untuk memiliki kehidupan yang dipenuhi kebahagiaan secara harmonis selaras dengan kekayaan yang cukup dan tidak pernah runtuh.
  2. Motif Batik Truntum
    Motif truntum ini biasanya dipakai oleh orang tua pengantin. Truntum sendiri berarti memimpin, sehingga orang tua dalam pernikahan selalu dimaksudkan untuk membimbing anak-anak mereka ke kehidupan baru yang mengarungi, sehingga suatu hari mereka dapat menjadi keluarga yang aman.
  3. Motif Semen Rante
    Dalam proses aplikasi, motif Semen Interest biasanya digunakan oleh wali mempelai wanita selama prosesi proposal. Arti kata itu sendiri menyiratkan ikatan atau koneksi yang kuat, jadi harapan bagi mereka yang memakainya adalah, jika aplikasi pengantin pria diterima, pengantin wanita adalah harapan koneksi yang kuat dan kuat untuk semua godaan sampai kematian berbeda. .
  4. Motif bantalan semen
    Motif sling semen adalah sejenis kain batik tulis yang dikenakan oleh pengantin laki-laki dan perempuan setelah upacara pernikahan selesai sebagai bentuk harapan bahwa mereka akan segera memiliki cabang, taat dan taat dan anak-anak yang saleh (jika pengantin wanita adalah Muslim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *