Kesehatan

Virus Demam Babi Menyebar, Mentan: Harus Isolasi dan Pemusnahan

Virus babi kolera (babi kolera) dan demam babi Afrika (African swine fever) dianggap sebagai penyebab kematian ribuan babi di Sumatera Utara. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa isolasi terhadap kepunahan menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. “Masih mencurigakan. Dan itu perlu isolasi dan kepunahan jika perlu,” katanya di kantornya di Jakarta, Senin (11/11). Namun Syahrul mengatakan bahwa ekspor babi masih berlangsung dengan pemilihan yang sangat ketat.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Januari hingga September 2019, ekspor babi ditetapkan US $ 44,79 juta. 01 juta. Sebelumnya, direktur kesehatan hewan Kementerian Pertanian Fadjar, yang menemukan Tjatur Rassa, mengatakan virus babi kolera dan demam babi Afrika ditemukan dalam sampel babi mati di Sumatera Utara.

“Gejala klinis dan hasil tes laboratorium menunjukkan demam babi Afrika, tetapi ada juga sampel positif untuk kolera babi,” katanya. Dia mengatakan bahwa virus kolera babi pertama kali ditemukan di kabupaten Dairi, Sumatera Utara, September lalu. Namun, dia tidak bisa mengetahui pasti berapa banyak kematian babi yang disebabkan oleh virus ini atau virus demam babi Afrika.

Virus kolera dan demam babi Afrika tidak menginfeksi manusia. “Untuk ASF (African swine fever virus), perawatan kesehatan adalah kerugian finansial karena penyebaran yang cepat dan kematian yang tinggi,” katanya.

Menurut dia, pemerintah telah mengambil langkah-langkah keamanan di daerah yang terkena dampak. Ini dilakukan dengan menginstruksikan pihak berwenang untuk segera mengubur bangkai babi dan ruang desinfeksi untuk mencegah penyebaran virus. Selain itu, babi dan produk babi dari daerah yang terkena dampak tidak dapat diangkut ke tempat lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *